Mindset Sang Investor

hola apa kareba? hari ini saya akan menulis tulisan ringan tentang mindset sang investor. banyak teman – teman yang selalu tergoda untuk melakukan trading jika saham yang telah kita beli sudah cuan.

Investasi di pasar modal sangat menyenangkan jika teman – teman tahu caranya. banyak yang masih takut uangnya hilang atau minus. tapi apakah teman – teman sadar jika uang teman – teman miliki bisa minus walau tidak dipakai?inflasi itu lah penyebab uang teman – teman minus tanpa sadari.

Resiko terbesar adalah ketika kita tidak mengambil resiko apapun – Mark Zuckerberg

The biggest Risk isn’t taking any risk – Mark Zuckerberg

saya sendiri ketika investasi dipasar modal mindset saya adalah menaruh uang saya disuatu perusahaan agar berkembang. untuk itu dibutuhkan berapa tips dan trik menjadi seorang investor :

  1. Mengerti apa yang dibeli, pada point 1 ini sangat banyak orang – orang membeli karena “hanya” pernah mendengar suatu perusahaan termasuk saya sendiri ketika pertama kali terjun di pasar saham dan ini lah menjadi kesalahan terbesar.
  2. Mengerti resiko terburuk, resiko terbesar pada pasar modal adalah ketika saham perusahaan yang kita beli di delisting oleh BEI dan untuk harga turun dan naik serahkan saja pada Mr. market selama kita sudah analisis dengan detail dan yakin dengan apa yang kita beli
  3. Beli lalu tinggal tidur, kata – kata ini sering dipakai LKH dalam seminar – seminarnya. kenapa LKH mengatakan ini? madsudnya adalah semakin sering kita melihat harga saham kita akan makin tergoda untuk melihat saham tersebut. seperti hasil dari penelitian marshmallow test, banyak anak – anak tidak bisa menunggu walau hanyak dihadapkan dengan 15 menit marshmallow. yang dimadsud tidur disini bukan berarti kita tidur dalam arti sebenarnya tapi kita bisa tetap melakukan kegiatan kita seperti biasa. kerja seperti biasa. peraturan nya jangan terlalu sering buka harga karena itu akan mempengaruhi psikologi kita.
  4. Gunakan Uang dingin untuk Investasi, beberapa orang menggunakan uang hangat atau panas untuk investasi. ingat investasi itu seperti menanam pohon dan menunggu berbuah jika kita investasi dengan uang hutang kita akan dikejar – kejar dengan bunga. jika kita gunakan uang dingin yang tujuannya memang untuk hari tua maka harga naik dan turun membuat psikologi kita tidak terlalu terganggu.

sekian secuil tulisan mengenai mindset yang bisa teman – teman pelajari

Happy Investing

Investor Vs Trader

hi sobat reader,

hari ini kita akan membahas bagaimana tentang investor versus trader. banyak investor dan Trader berdebat mengenai mana yang lebih baik. semuanya akan sama – sama baik jika dilakukan dengan benar, dan semua tujuan akhirnya adalah profit yang terkenal didunia saham adalah cuan. dari sisi Investor dan Trader juga banyak yang gagal karena kurangnya pengetahuan, walaupun beberapa sudah memiliki pengetahuan yang cukup namun karena mentalnya tidak kuat dan tergoda lalu sehingga lupa untuk disiplin terhadap semua action yang dilakukan.

Investasi yang terbaik adalah investasi ada dalam diri anda – Warren Buffet

The best Invesment you can make, is an invesment in yourself…
the more you learn,
the more you will earn – Warren Buffet

Di dalam Pasar Saham sangatlah dinamis karena banyaknya pandangan orang – orang, sehingga apa yang perlu kita pelajari di Pasar Saham adalah terus menerus belajar sampai kapanpun itu. Belajar dari semua keberhasilan dan belajar dari smua kegagalan.

Trader : Individu yang terlibat dalam transaksi jual beli aset dan mengikut Tren Jangka pendek
Investor : orang perorangan atau lembaga baik domestik atau non domestik yang melakukan penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya baik dalam jangka pendek atau jangka panjang

Dari definisi diatas terlihat jelas bedanya dari seorang investor dan trader. jika Investor menanam modal dan berharap dari modal yang ditanam dapat berbuah. Dan trader mengetahui momen untuk membeli jangkat pendek yang dapat menghasilkan cuan.

Kesalahan umum :
Trader dalam implementasi Trading Plan, adalah setelah membuat trading plan lalu membeli saham dan saham ternyata kluar dari trading plan dan karena tidak mau rugi/cut loss mereka menunggu harga rebound sedangkan banyak para trader tidak mengerti saham apa yang mereka beli. sehingga ya kemungkinan terburuk menunggu saham itu rebound dan gak tahu hingga kapan dan jadilah investor dadakan karena tidak mau cut loss.

Investor dalam Investing Plan, Beberapa investor juga kadang malas untuk mencatat dan mereview perusahaan yang telah mereka tanamkan modal. Sebagai seorang investor baiknya mereview tiap 3 – 4 bulan sekali ketika laporan keuangan keluar. melihat laporan keuangan sangatlah penting walaupun tidak semua laporan 100% benar tapi jika kita sudah menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan kita bisa menjual saham kita itulah fungsi kenapa kita harus cek laporan keuangan.

dan ada juga yang membeli saham karena rekomendasi orang dengan alasan tidak tahu. ingat teman – teman tidak semua orang yang memberi rekomendasi itu jujur ingin menolong kita. mungkin saja mereka memberi rekomendasi karena mereka sudah nyangkut dan ingin uangnya balik sehingga merekomendasikan saham – saham yang mereka beli. ataupun mereka sudah beli terlebih dahulu lalu merekomendasikan dan menjualnya pelan – pelan setelah orang – orang membeli saham yang direkomendasikan dan sahamnya mulai naik.

Ingat mau menjadi Investor ataupun Trader jangan berdasar feeling, apa kata orang, dan pastikan anda membeli apa yang anda ketahui jangan membeli kucing dalam karung. jika teman – teman belajar cepat atau lambat pasti akan bisa. Jadilah Investor atau Trader sesuai mental anda. dan terapkan rule trading plan atau investing plan secara ketat.

Happy Investing 😀

Menghitung Kepemilikan Investor Asing

Tahukah teman – teman bahwa kita bisa mengetahui kepemilikan asing pada setiap emiten? Yuk langsung kita bahas masalah investasi asing yang masuk di Indonesia.

“Knowledge isn’t power until it is applied” – Daniel Carnegie

sebelum kita bahas pentingnya nilai dari investor asing di Indonesia, bahwa ada satu fakta yang sangat menyedihkan yaitu dari 270juta penduduk negara Indonesia cuma 1,6jt penduduk yang sudah memulai Investasi dan sisanya dikuasai oleh asing. tulisan ini bertujuan untuk memberi insight buat teman – teman supaya mengerti bagaimana taktik untuk survive di pasar saham dan bukan memberikan rekomendasi untuk membeli saham apa. Selama teman – teman tahu cara menghitung nilai wajar maka sudah dipastikan tanpa tanya pun teman – teman sudah mengetahui bahwa emiten yang dilihat itu layak atau tidak untuk kita investasikan. Dan untuk teman – teman yang sudah ingin tahu dan ingin memulai saya ucapkan selamat karena anda masuk dalam bagian 1%. sebarkan ilmu teman – teman tentang saham agar IHSG tidak selalu bergantung terhadap asing.

langsung saja berikut cara melihat,

  1. Buka KSEI.co.id pilih data&user guida klik kepemilikan efek

2. Download 1 per 1, file masih berupa raw maka bisa langsung ubah ke excel

raw file yang sudah dirubah ke excel

3. langkah ke 3 kita rapikan file agar lebih enak dilihat dan diurutkan perbulannya agar lebih rapi.

setelah data dirapikan maka kita dapat melihat rasio keuangan asing di setiap emiten. dan saya mengambil contoh BBRI dan ICBP. jika dilihat kepemilikan asing di BRI 79% dari saham yang dilepas oleh pemerintah. dapat dilihat asing keluar 2% dari desember hingga april namun harga BBRI sudah drop lebih dari 30%. bayangkan jika asing melepas semua sahamnya di Indonesia, bagaimana impactnya untuk negara ini?dari tulisan ini saya mengajak teman – teman untuk memulai investasi dan membuat index kita at least 60% keatas dikuasai oleh negara sendiri jadi kita ketergantungan dengan asing

happy Investing