Kebiasaan yang membuat keuangan kita makin terpuruk

Hi guys, hari ini saya ingin sharing tentang kebiasaan – kebiasaan kita yang membuat keuangan kita makin tambah jatuh ke jurang yang terdalam.

  • Membeli hanya untuk Pamer status sosial
  • Tidak memiliki perencanaan keuangan
  • Tidak memiliki dana darurat
  • Mindset yang salah mengenai PinjOl dan Kartu Kredit
  • Menunda Investasi dengan berbagai alasan
  • Belum dapat membedakan kebutuhan dan keinginan
  • Berada dilingkungan yang belum memadai alias sandwitch generation
  • Memberi smua yang anak inginkan
  • Tidak memiliki asuransi kesehatan

Berikut penjelasan detailnya :

  1. Membeli hanya untuk Pamer Status sosial
    Poin nomor 1 ini sering dikaitkan dengan rumus hukum fisika, karena Gaya berbanding lurus dengan Tekanan dan semakin kita banyak Gaya (Memiliki lifestyle yang tinggi) maka tekanan hidup kita juga makin berat. ini dimungkinkan karena untuk mengimbangi lifestyle banyak orang rela membeli dengan menggunakan cicilan walau sadar bahwa uang yang ada tidak cukup untuk membeli kebutuhan tersebut, sehingga dalam hidupnya gaji atau penghasilan yang didapat selalu merasa tidaklah cukup.
  2. Tidak memiliki perencanaan keuangan
    Perencanaan keuangan sangatlah penting selama kita masih hidup didunia dan masih menggunakan uang sebgai alat tukar. Sebagai manusia mustahil kita dapat berkerja seumur hidup kita. jadi merencakan keuangan itu bisa dikatakan sangatlah penting walaupun tidak kalah banyak yang action Zero, habis membuat planning lalu NATO (Not Action Talk Only) alias OmDo (omong doank). buat teman – teman yang sekarang sudah mulai membuat plan jangan lupa yang disiplin melaksanakan plannya.
  3. Tidak memiliki dana darurat
    banyak orang terjerat hutang dan gagal bayar saat terjadi pandemi covid-19, Mengapa demikian? tentu saja karena tidak ada plan maka tidak menyiapkan dana jika terjadi keadaan yang buruk. Dana Darurat wajib dimiliki 6-12x total pengeluaran bulanan kita. jadi seandainya kita mendapat musibah pemutusan kerja kita dapat bertahan hingga 6-12 bulan kedepannya.
  4. Mindset yang salah mengenai PinjOl dan Kartu Kredit
    Memiliki mindset menggunakan fasilitas PinjOl (Pinjaman Online) & kartu kredit sebagai perpanjangan hasil bukan sebagai alat bayar sementara adalah kesalahan yang sangat fatal. Hutang makin menumpuk dan hidup tidak tenang karena dikejar debt kolektor. buat kami sendiri Kartu Kredit hanya untuk alat pembayaran sementara karena ada unsur mendapatkan poin, cashback dan prmo menarik lainnya. Ketika menggunakan Kartu Kredit artinya kami sudah memiliki Cashnya dan sudah ada dibudget bulanan. Dengan system penggunaan Kartu Kredit yang seperti ini maka tidak akan ada cerita untuk bayar minimum, terlambat bayar bahkan gagal bayar. Tips seperti ini digunakan agar resiko yang dimiliki menjadi 0.
  5. Menunda Investasi dengan berbagai alasan
    salah satu poin yang sering saya temui ketika dalam suatu wadah, banyak yang bercerita tidak mampu berinvestasi karena penghasilan yang pas – pasan tapi mampu membeli smartphone terbaru, mampu membeli baju baru dsb, ada juga yang beralasan tidak mengerti bagaimana caranya berinvestasi tapi untuk progress belajarnya juga tidak dilakukan. Leader saya pernah mengatakan ada Seribu satu alasan untuk berkata Tidak namun cukup satu alasan untuk berkata Iya.
    banyak yang ingin memiliki Banyak Buah (Penghasilan Pasif) namun tidak mau menanam Biji (penghasilan kita yang di Investasikan) dan tidak mau belajar cara membesarkan pohon agar berbuah lebat (Belajar Investasi). Karena berinvestasi membutuhkan waktu bertumbuh dan proses belajar, selalu haus akan ilmu adalah kunci dari berinvestasi.
  6. Belum dapat membedakan kebutuhan dan keinginan
    kebutuhan dan keinginan perbedaannya sangat tipis dan banyak sekali orang yang tidak dapat membedakannya. contohnya : smartphone sekarang merupakan kebutuhan dan sarana agar kita dapat belajar lebih cepat namun jika membutuhkan smartphone flagship (versi terbaru dan tertinggi) hanya agar lebih enak dipandang dan semangat belajar artinya itu Keinginan. kecuali teman – teman sebagai vlogger yang menggunakan smartphone highend agar mendapat hasil rekaman yang baik ataupun marketing yang menggunakan phone flagship yang dibuat untuk presentasi itu merupakan investasi. Jadi pintar – pintarlah memisahkan kebutuhan dan keinginan guys.
  7. Berada dilingkungan yang belum memadai alias sandwitch generation
    Spesial untuk teman – teman yang sudah menikah dan masih harus menghidupi orang tua, ini adalah tantangan tersendiri. memang tidak ada yang ingin untuk menanggung pengeluaran banyak kepala. namun jika teman – teman yang berada diposisi ini, teman – teman jangan mengeluh tetap harus bekerja keras dan prioritaskan kebutuhan saja. tunda semua keinginan dari kepala – kepala yang kita hidupi. Belajar lebih banyak agar dapat membesarkan penghasilan lebih cepat.
  8. Memberi smua yang anak inginkan
    sebagai orang tua lebih bijak jika kita memberikan apa yang anak butuhkan dan biarkan anak berjuang dengan apa yang mereka inginkan. dan kita sebagai orang tua lebih baik memberi semangat anak – anak kita untuk berjuang mendapatkan apa yang diinginkannya daripada memberi secara instan untuk anak kita. karena jika kita memberikan apapun secara instan anak – anak kita akan terlahir bukan sebagai fighter yang tangguh namun menjadi generasi instan.
  9. Tidak memiliki asuransi kesehatan
    Asuransi adalah hal yang penting dalam hidup kita untuk proteksi. sebanyak apapun uang yang kita hasilkan dan sehebat apapun penghasilan kita, smua dapat lenyap seketika ketika mendapat penyakit kritis. asuransi adalah solusinya dan selalu berhati – hati lah memilih asuransi dan pintar – pintarlah memilih asuransi. Jika teman – teman ada asuransi kesehatan dari kantor tetap gunakan itu dan jangan lupa membayar BPJS kita. karena kita tidak tahu sampai kapan kantor akan memakai tenaga kita. yang kedua jika teman – teman memiliki dana lebih, saya sarankan untuk membuat asuransi tambahan juga. menurut saya asuransi kesehatan cukup untuk sementara dan untuk asuransi jiwa dananya teman – teman dapat investasikan sendiri. Dan jika memang teman – teman punya dana lebih gunakan untuk tambahan asuransi jiwa. jadi prioritas menurut saya adalah Asuransi Kesehatan lalu Investasi dan terakhir Asuransi Jiwa.

Sekian dari tulisan saya semoga bermanfaat jika ada pertanyaan silahkan comment.

Terima kasih

Happy for better life 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s