Tips aman dalam berinvestasi di Pasar Modal

halo teman – teman, hari ini kita akan membahas bagaimana cara agar ketakutan kita dipasar modal itu bisa lebih rendah.

yuk kita langsung saja poin -poinnya:

  1. Investasikan waktu anda untuk ditukar dengan pengetahuan.
    orang yang tidak mengerti cara kerja pasar modal pasti akan selalu cemas saat harga dari suatu saham turun. Saya mulai mengerti saham ketika melihat youtube dan tidak sengaja ketika ke gramedia membaca buku – buku tentang berinvestasi. di awal – awal saya belajar saham, saya mencurahkan waktu saya untuk ditukar dengan membaca tentang saham, bagaimana caranya berinvestasi, mental seorang investor. karena ketika otak kita berisi dengan banyak ilmu pengetahuan maka secara tidak langsung mental kita lebih kuat karena kita sudah mengerti secara teori bagaimana saham bekerja dan sudah mengerti menghitung valuasi suatu saham.
  2. Gunakan uang dingin untuk berinvestasi
    Uang dingin adalah hal yang wajib bagi teman – teman yang hendak memulai berinvestasi di pasar saham. saran saya jika teman – teman sudah memiliki uang dalam jumlah yang cukup teman – teman bisa melakukan deposito atau membeli obligasi negara yang terjamin. dari deposito dan obligasi maka setiap bulan kita akan mendapat return. nah uang dari return ini kita dapat gunakan untuk membeli saham dengan metode DCA (Dollar Cost Averaging).
  3. Temukan perusahaan yang tepat untuk menaruhkan uang anda
    Setelah kita melakukan screening perusahaan – perusahaan yang ada di IHSG. pasti kita akan menemukan beberapa pilihan saham yang tepat dengan harga yang murah tentunya kita bisa mulai cicil tiap bulannya untuk saham tersebut, naik maupun turun harga suatu saham tetap cicil jika masih dibawah harga wajar.
  4. Jual Saat market sedang hijau dan beli saat market sedang Merah.
    Karena market sangat dinamis, jadi saran saya teman – teman selalu jual saat market hijau. karena mayoritas banyak yang terbalik dengan konsep ini. jual saat minus dan beli saat tinggi. jika kita melakukan ini terus menerus maka modal kita pun habis tanpa ada perkembagnan apapun.

ingat ya teman – teman, keberhasilan dalam pasar modal adalah tergantung dari pengetahuan teman – teman, semakin teman – teman banyak melakukan kesalahan maka teman – teman juga semakin berpengalaman didalam dinamisnya pasar modal.

Happy Investing

Review P2P Lending Asetku

Halo semua, Terima Kasih yang berkenan mampir, hari ini saya ingin sedikit mereview P2P Lending Asetku, mungkin beberapa sudah tidak asing dengan P2P lending satu ini karena Asetku sendiri merupakan salah satu anak perusahaan Akulaku. dan Akulaku sendiri sebagai parent company sudah mendapatkan pendanaan hingga seri D termasuk dari Sequoia yang merupakan investor di gojek , traveloka, dan Tokopedia dan Ant finansial yang terafiliasi dengan Alibaba. Asetku merupakan P2P lending yang memberikan pendanaan pada sektor retail komsumtif dengan return hingga 21% pertahun.

Dan issue yang terbaru bagaimana dengan kelanjutan bisnis Akulaku dengan mintos?Ya, April kemarin Akulaku sempat disuspended oleh Mintos namun dijuni 2020 ini sudah kembali normal. resources : mintos.com

Menurut saya jika teman – teman ingin berinvestasi di P2P lending, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dan kita juga langsung saja memberikan penilaian pada Asetku.

Syarat yang wajib di Cek sebelum mendanai P2P lending :

  1. Terdaftar OJK
    Asetku Terdaftar di OJK dengan nomor S-1110/NB.213/2018. Status : OK
  2. Sudah ada pendana venture capitalist
    Di Induk Asetku sendiri sudah didanai hingga seri D yang dimana biasanya competitornya baru didanai oleh venture capitalist seri A & B untuk ini Asetku diatas rata – rata. Status : OK
  3. Pendanaan yang sudah disalurkan wajib bernilai besar
    Hingga saat ini (07/07/20) pendanaan Assetku sudah mencapai 13,5T yang berarti pendanaannya masih lebih tinggi dari Investree, Amartha, dan Koinworks walaupun ketiganya digabung. Status : OK
  4. TKB90 wajib bernilai lebih dari 95%
    TKB90 sendiri adalah ukuran P2P Lending dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu hingga 90 hari sejak tanggal jatuh tempo
    Hingga kini TKB90 Assetku adalah 100% yang artinya Asetku mampu menyelesaikan semua kewajibannya tanpa ada yang terlambat bayar dan gagal bayar. Status : OK
  5. Pastikan Managemen adalah orang yang kredibel
    Assetku sendiri pengelolanya adalah team dari akulaku dan memiliki background yang mumpuni. Status : OK

Dari kesimpulan yang saya tulis diatas Asetku hingga blog ini ditulis masih layak untuk menjadi tempat menginvestasikan uang kita.

Dan hingga saat ini saya sendiri masih berinvestasi di Invesrtree, Koinworks, Amartha dan Asetku. Di Asetku sendiri saya mendapat pasif income sekitar 50rb/hari. Hingga saat ini saya berinvestasi di Asetku saya belum pernah mendapati Asetku terlambat mengembalikan dana saya alias selalu tepat waktu.
Untuk teman – teman yang tertarik mencoba Asetku bisa menggunakan referral saya dan bisa mendapatkan 100rb dipendanaan pertama. Kode Referral Asetku : TBSU4

Question and Answer tentang Asetku.

Q : Mengapa TKB90 bisa mencapai 100% hingga saat ini?
A : Dari berita yang saya baca pada awal berdiri gagal bayar dijamin oleh akulaku dan selanjutnya gagal bayar dijamin oleh perusahaan asuransi staco mandiri yang merupakan cucu perusahaan dari Akulaku.

Q: Jika Asetku merupakan pendanaan ke sektor retail komsumtif artinya risknya tinggi donk?
A: Yes, untuk pendanaan komsumtif memang memiliki risk lebih tinggi jika dibandingkan pendanaan yang produktif. Namun mengapa hingga saat ini risk di Asetku masih Zero Risk karena hingga saat ini smua gagal bayar diserap oleh perusahaan asuransi staco mandiri, Akulaku dan Investor kelas kakap dibalik Akulaku, jadi menurut saya ya nikmatin saja hingga saat ini aksi bakar uang dari investor – investor besar.

jika ada pertanyaan lain bisa langsung ke kolom comment.

Terima Kasih and Happy Investing

Mindset Sang Investor

hola apa kareba? hari ini saya akan menulis tulisan ringan tentang mindset sang investor. banyak teman – teman yang selalu tergoda untuk melakukan trading jika saham yang telah kita beli sudah cuan.

Investasi di pasar modal sangat menyenangkan jika teman – teman tahu caranya. banyak yang masih takut uangnya hilang atau minus. tapi apakah teman – teman sadar jika uang teman – teman miliki bisa minus walau tidak dipakai?inflasi itu lah penyebab uang teman – teman minus tanpa sadari.

Resiko terbesar adalah ketika kita tidak mengambil resiko apapun – Mark Zuckerberg

The biggest Risk isn’t taking any risk – Mark Zuckerberg

saya sendiri ketika investasi dipasar modal mindset saya adalah menaruh uang saya disuatu perusahaan agar berkembang. untuk itu dibutuhkan berapa tips dan trik menjadi seorang investor :

  1. Mengerti apa yang dibeli, pada point 1 ini sangat banyak orang – orang membeli karena “hanya” pernah mendengar suatu perusahaan termasuk saya sendiri ketika pertama kali terjun di pasar saham dan ini lah menjadi kesalahan terbesar.
  2. Mengerti resiko terburuk, resiko terbesar pada pasar modal adalah ketika saham perusahaan yang kita beli di delisting oleh BEI dan untuk harga turun dan naik serahkan saja pada Mr. market selama kita sudah analisis dengan detail dan yakin dengan apa yang kita beli
  3. Beli lalu tinggal tidur, kata – kata ini sering dipakai LKH dalam seminar – seminarnya. kenapa LKH mengatakan ini? madsudnya adalah semakin sering kita melihat harga saham kita akan makin tergoda untuk melihat saham tersebut. seperti hasil dari penelitian marshmallow test, banyak anak – anak tidak bisa menunggu walau hanyak dihadapkan dengan 15 menit marshmallow. yang dimadsud tidur disini bukan berarti kita tidur dalam arti sebenarnya tapi kita bisa tetap melakukan kegiatan kita seperti biasa. kerja seperti biasa. peraturan nya jangan terlalu sering buka harga karena itu akan mempengaruhi psikologi kita.
  4. Gunakan Uang dingin untuk Investasi, beberapa orang menggunakan uang hangat atau panas untuk investasi. ingat investasi itu seperti menanam pohon dan menunggu berbuah jika kita investasi dengan uang hutang kita akan dikejar – kejar dengan bunga. jika kita gunakan uang dingin yang tujuannya memang untuk hari tua maka harga naik dan turun membuat psikologi kita tidak terlalu terganggu.

sekian secuil tulisan mengenai mindset yang bisa teman – teman pelajari

Happy Investing

Investor Vs Trader

hi sobat reader,

hari ini kita akan membahas bagaimana tentang investor versus trader. banyak investor dan Trader berdebat mengenai mana yang lebih baik. semuanya akan sama – sama baik jika dilakukan dengan benar, dan semua tujuan akhirnya adalah profit yang terkenal didunia saham adalah cuan. dari sisi Investor dan Trader juga banyak yang gagal karena kurangnya pengetahuan, walaupun beberapa sudah memiliki pengetahuan yang cukup namun karena mentalnya tidak kuat dan tergoda lalu sehingga lupa untuk disiplin terhadap semua action yang dilakukan.

Investasi yang terbaik adalah investasi ada dalam diri anda – Warren Buffet

The best Invesment you can make, is an invesment in yourself…
the more you learn,
the more you will earn – Warren Buffet

Di dalam Pasar Saham sangatlah dinamis karena banyaknya pandangan orang – orang, sehingga apa yang perlu kita pelajari di Pasar Saham adalah terus menerus belajar sampai kapanpun itu. Belajar dari semua keberhasilan dan belajar dari smua kegagalan.

Trader : Individu yang terlibat dalam transaksi jual beli aset dan mengikut Tren Jangka pendek
Investor : orang perorangan atau lembaga baik domestik atau non domestik yang melakukan penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya baik dalam jangka pendek atau jangka panjang

Dari definisi diatas terlihat jelas bedanya dari seorang investor dan trader. jika Investor menanam modal dan berharap dari modal yang ditanam dapat berbuah. Dan trader mengetahui momen untuk membeli jangkat pendek yang dapat menghasilkan cuan.

Kesalahan umum :
Trader dalam implementasi Trading Plan, adalah setelah membuat trading plan lalu membeli saham dan saham ternyata kluar dari trading plan dan karena tidak mau rugi/cut loss mereka menunggu harga rebound sedangkan banyak para trader tidak mengerti saham apa yang mereka beli. sehingga ya kemungkinan terburuk menunggu saham itu rebound dan gak tahu hingga kapan dan jadilah investor dadakan karena tidak mau cut loss.

Investor dalam Investing Plan, Beberapa investor juga kadang malas untuk mencatat dan mereview perusahaan yang telah mereka tanamkan modal. Sebagai seorang investor baiknya mereview tiap 3 – 4 bulan sekali ketika laporan keuangan keluar. melihat laporan keuangan sangatlah penting walaupun tidak semua laporan 100% benar tapi jika kita sudah menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan kita bisa menjual saham kita itulah fungsi kenapa kita harus cek laporan keuangan.

dan ada juga yang membeli saham karena rekomendasi orang dengan alasan tidak tahu. ingat teman – teman tidak semua orang yang memberi rekomendasi itu jujur ingin menolong kita. mungkin saja mereka memberi rekomendasi karena mereka sudah nyangkut dan ingin uangnya balik sehingga merekomendasikan saham – saham yang mereka beli. ataupun mereka sudah beli terlebih dahulu lalu merekomendasikan dan menjualnya pelan – pelan setelah orang – orang membeli saham yang direkomendasikan dan sahamnya mulai naik.

Ingat mau menjadi Investor ataupun Trader jangan berdasar feeling, apa kata orang, dan pastikan anda membeli apa yang anda ketahui jangan membeli kucing dalam karung. jika teman – teman belajar cepat atau lambat pasti akan bisa. Jadilah Investor atau Trader sesuai mental anda. dan terapkan rule trading plan atau investing plan secara ketat.

Happy Investing 😀

Menghitung Kepemilikan Investor Asing

Tahukah teman – teman bahwa kita bisa mengetahui kepemilikan asing pada setiap emiten? Yuk langsung kita bahas masalah investasi asing yang masuk di Indonesia.

“Knowledge isn’t power until it is applied” – Daniel Carnegie

sebelum kita bahas pentingnya nilai dari investor asing di Indonesia, bahwa ada satu fakta yang sangat menyedihkan yaitu dari 270juta penduduk negara Indonesia cuma 1,6jt penduduk yang sudah memulai Investasi dan sisanya dikuasai oleh asing. tulisan ini bertujuan untuk memberi insight buat teman – teman supaya mengerti bagaimana taktik untuk survive di pasar saham dan bukan memberikan rekomendasi untuk membeli saham apa. Selama teman – teman tahu cara menghitung nilai wajar maka sudah dipastikan tanpa tanya pun teman – teman sudah mengetahui bahwa emiten yang dilihat itu layak atau tidak untuk kita investasikan. Dan untuk teman – teman yang sudah ingin tahu dan ingin memulai saya ucapkan selamat karena anda masuk dalam bagian 1%. sebarkan ilmu teman – teman tentang saham agar IHSG tidak selalu bergantung terhadap asing.

langsung saja berikut cara melihat,

  1. Buka KSEI.co.id pilih data&user guida klik kepemilikan efek

2. Download 1 per 1, file masih berupa raw maka bisa langsung ubah ke excel

raw file yang sudah dirubah ke excel

3. langkah ke 3 kita rapikan file agar lebih enak dilihat dan diurutkan perbulannya agar lebih rapi.

setelah data dirapikan maka kita dapat melihat rasio keuangan asing di setiap emiten. dan saya mengambil contoh BBRI dan ICBP. jika dilihat kepemilikan asing di BRI 79% dari saham yang dilepas oleh pemerintah. dapat dilihat asing keluar 2% dari desember hingga april namun harga BBRI sudah drop lebih dari 30%. bayangkan jika asing melepas semua sahamnya di Indonesia, bagaimana impactnya untuk negara ini?dari tulisan ini saya mengajak teman – teman untuk memulai investasi dan membuat index kita at least 60% keatas dikuasai oleh negara sendiri jadi kita ketergantungan dengan asing

happy Investing

Yuk Belajar Saham (Part 2)

halo teman – teman welcome back to my blog. semoga blog saya saya bikin berguna untuk edukasi dan pengetahuan teman – teman. yuk langsung saja lanjut Part 2 yuk belajar saham dimana sebelumnya kita sudah belajar saham (part 1) yang mempelajari rasio – rasio. sekarang kita akan belajar mengenai emiten – emiten yang ada di IHSG.

“If you can’t explain it, you don’t understand it well enough” – Albert Einstein

teman – teman apakah pernah mendengar saham First Liner (Bluechip), Second Liner dan Third Liner (Gorengan)? Dan Apakah teman – teman pernah dengan tentang MoS dan Moat?

  1. First Liner atau yang sering disebut saham Bluechip.
    Perusahaan – perusahaan first liner biasanya memiliki market capital lebih dari 50T. Biasanya perusahaan – perusahaan ini sangat jangan dijual diharga murah karena dari Sisi keuangan yang baik, Dipimpim oleh orang – orang kredibel dibidangnya. membuat perusahaan – perusahaan first liner sangat diminati banyak orang. dan biasanya saham first liner biasanya menjadi  rekomendasi untuk para newcomers di dunia saham dan saham – saham first liner juga sangat diminati para management investasi khususnya dikalah terjadi krisis, karena ketika krisis biasanya saham – saham first liner di diskon sangat murah, contoh – contoh dari saham first liner : BBCA, BBRI, TLKM, ICBP, UNVR, MYOR. Perusahaan Market leader yang dimana memiliki banyak sekali consumen setia.
  2. Second Liner atau yang sering disebut perusahaan lapis dua
    Perusahaan Second liner  di isi oleh perusahaan – perusahaan yang memiliki market cap 10 – 50 T.  pada saham – saham second liner biasa di isi oleh para investor yang cukup berpengalaman karena pada saham – saham second liner sangat mungkin berkembang menjadi saham bluechip. dan biasanya pada saham – saham second liner kita sering mendapat saham “salah harga” , Para Value investor dan para swing trader sangat juga bermain di saham – saham second liner. karena jika teliti maka akan durian runtuh. seperti Lo Kheng Hong yang beli saham UNTR diharga Rp 250,-  pada tahun 1998 dan menjual kembali 6 tahun diharga Rp 15.000,- . namun jika kita tidak teliti kita juga menjadi investor nyangkut disini.
  3. Third Liner atau yang sering disebut saham gorengan
    Saham Third Liner alias si Gorengan memiliki kapital yang rendah dan disertai fundamental yang tidak terlalu bagus. karakter dari harganya pun sangat volatile (naik extreme dan turunpun extreme) ataupun harga sahamnya mati suri bertahun – tahun. saham third liner sangat cocok untuk orang – orang yang suka dengan adrenaline. dan banyak sekali newcomers yang coba coba beli di saham third liner beli dipucuk dan jual dibawah yang mengakibatkan kerugian besar – besaran. sehingga para new comer jadi enggan lagi untuk investasi disaham, Apa teman – teman pernah mengalami? 😛

selain mengetahui kelas  emiten – emiten, para investor juga wajib mengetahui MoS dan Moat dari dari suatu emiten yang akan dibeli.

  1. MoS (Margin of Safety) merupakan batas harga aman untuk membeli saham. karena tanpa menentukan terlebih dahulu harga batas aman untuk membeli suatu emiten maka kita bisanya membeli avanza diharga pajero sport. dengan mengetahui nilai intrinsik dari suatu emiten kita dapat mententukan MoS dari suatu emiten. cara perhitungannya sudah saya share sebelumnya disini .
  2. Moat merupakan parit disekitar kastil yang dahulu untuk mengamankan kasti dari serangan musuh. Moat disini adalah suatu produk dalam bisnis yang sudah mendarah daging. seperti produk unilever : Clear, Lifeboy, Pepsodent dll merupakan suatu produk yang sangat kuat ditelinga kita. dan dari produk – produk tersebut disebut sebagai Moat.

Dalam seluruh tulisan saya, saya selalu menuliskan bahwa kenalilah emiten – emiten yang akan ada beli dengan detail. ketika anda dapat menganalisa dengan detail anda tidak akan selalu mengalami jantung yang berdebar tiap kali harga saham jatuh atau apapun itu. percayalah dengan analisis anda sendiri dan bukan karena Pom – pom orang lain.

Happy Investing

Yuk Belajar Saham (Part 1)

Hallo teman – teman, kemarin ketika saya menulis tentang  cara mencari nilai intrinsik banyak yang bertanya tentang rasio – rasio dasar dalam saham. Dan setelah itu saya mulai berpikir kenapa saya tidak membuat dasarnya dulu ya? 😀 ok , gak pake lama langsung aja lets discuss about invest,

Saat ini tanggal 16 mei 2020 Pasar Saham IHSG sedang mengalami sideways market yang artinya belum ada trend penurunan (Bearish) lebih lanjut ataupun pasar yang mulai berbalik menjadi trend kenaikan (Bullish). Dan menurut saya sekarang adalah masa yang tepat untuk memulai belajar tentang invest disaham. Saya sendiri seorang investor yang mengikuti metode Value Investor dan menggabungkan sedikit ilmu charting. Ketika kita akan menjadi investor  kita wajib tahu dengan detail perusahaan yang akan kita beli

“If you don’t understand a company, if you can’t explain it to a 10-year-old in 2 minutes or less, don’t own it.”– Peter lynch

Terus apa saja rasio – rasio yang penting dalam kita memilih suatu perusahaan?

  1. EPS (Earning Per Share), EPS digunakan untuk melihat laba yang dihasilkan oleh perusahaan per lembar saham (jika kita melihat Laporan keuangan setiap Quarter maka laporan dapat disetahunkan). Untuk EPS semakin Besar semakin Bagus
  2. PER (Price Earning Ratio) , PER digunakan rasio yang digunakan untuk melihat tingginya harga suatu saham apabila dibandingkan dengan laba yang dihasilkan perlembar Saham. Artinya PER ini membandingkan harga suatu saham dengan EPS. semakin kecil PER maka harga saham semakin murah
  3. PBV (Price to Book Value), PBV merupakan perbadingan harga ada di pasar dengan nilau jual sesungguhnya dari perusahaan jika dilikuidasi / dibangkrutkan.
    PBV : harga perlembar saham / nilai buku per lembar saham(BVPS),
    dan BVPS = jumlah modal perusahaan / Jumlah lembar saham perusahaan 
    Misal Perusahaan A memiliki PBV = 1x artinya harga pasar sama dengan nilai aslinya. untuk penilaian PBV semakin kecil semakin bagus.
    Menurut Warren Buffet : Jika PER X PBV <= 22 maka bisa di golongkan Saham Murah
  4. DER (Debt to Equity Ratio). salah satu rasio yang sangat saya perhatikan dalam membeli perusahaan adalah DER.  Para Investor melihat rasio DER ini sebagai seberapa besar resiko didalam perusahaan tersebut. Karena DER sendiri dari namanya juga terlihat jelas ini membanding dari Modal Perusahaan dibanding dengan hutang yang dimiliki. Sementara hutang sendiri merupakan kewajiban perusahaan untuk membayar. Jika terdapat contoh Perusahaan A memiliki DER = 1 artinya hutang perusahaan sama dengan modal perusahaan. Jika DER lebih besar dari 1 maka resiko juga jauh lebih besar. Untuk dari saya sendiri lebih memilih DER<1. Rumus DER = Total hutang / Total modal
  5. ROE (Return On Equity). merupakan rasio Laba dibanding dengan modal sendiri. Dari rasio ROE kita bisa melihat seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan laba. Misal Perusahaan A memiliki ROE 10% artinya perusahaan mampu membalikkan modal usaha selama 10 tahun.
  6. DY (Dividen Yield). Dividen juga rasio  penting jika buat para long investor, Dividen Yield sendiri membandingkan dividen yang dibagikan dengan harga saham. Buat saya untuk besar kecilnya DY yield tidak terlalu penting. tapi Dividen wajib dibagikan tiap tahun. jika hutang tidak bertambah dan tetap membagikan dividen berarti perusahaan bertumbuh.
  7. DPR (Dividen Per Share). DPR merupakan rasio dari besarnya Total deviden yang dibagikan dibanding dengan laba. Dari DPR ini kita dapat mengetahui seberapa royal perusahaan terhadap investor. untuk  DPR lebih baik diantara 50% jadi antara laba yang ditahan dan dibagikan seimbang. jadi perusahaan memiliki cash yang cukup dan membantu cashflow perusahaan juga.

Bagi teman – teman yang baru join sebagai investor, teman – teman tidak perlu bingung dan kuatir untuk menghitung semua rasio itu. ada beberapa tools free yang bisa gunakan untuk melihat rasio – rasio tersebut. kita bisa menggunakan seperti stockbit ataupun RTI. Dan Berikut contoh dari rasio – rasio yang saya sebutkan :

2020-05-16 18.30.02

Contoh 1

Jika kita menggunakan RTI kita langsung akan mendapatkan rasio – rasio berikut. dari rasio EPS diatas bisa dilihat bahwa emiten x selalu bertumbuh tahun ke tahun. dengan DPR yang stabil dan selalu membagikan deviden adalah ciri – ciri perusahaan yang sehat

2020-05-16 18.34.13

Contoh 2

dan Jika dilihat dari RoE 19.91% dan DER 47.58 dari contoh 2 terlihat bahwa emiten X ini sangat sehat. akan tetap apakah emiten X ini murah? jika kita kalikan PER dan PBV perusahaan ini sangat tinggi yaitu 100.84. apakah saham ini layak dikoleksi teman – teman? coba bantu dijawab…

 

Happy Investing

 

MENGHITUNG NILAI MoS DARI RATAAN PER & PBV

Halo Teman – teman, welcome to back to my blog, lets discuss about invest, tips, travelling, culinary and others.

“The Three most important words in investing…Margin of Safety(MoS)”- Warren Buffet

‘The margin of safety is always dependent on the price paid. It will be large at one price, small at some higher price, nonexistent at some still higher price.”- Benjamin Graham

hari ini kita akan membahas teknik entry dan out dari saham incaran kita. yuk kita simak lebih detail. sebelumnya Opa Buffet pernah mengatakan

“It’s far better to buy a wonderful company at a fair price, than a fair company at a wonderful price.” – Warren Buffet

Nah jika kita melihat perusahaan – perusahan Hebat selalu memiliki valuasi mahal. terus bagaimana caranya membeli perusahaan – perusahaan hebat seperti kata Opa Buffet? salah satunya kita bisa menggunakan rataan PBV dan PER 5 dan 10th terakhir.berikut step – step yang dapat dilakukan (kita berikan contoh BBCA):

  1. kumpulkan PBV dan DER suatu perusahaan :

    Screen Shot 2020-05-13 at 6.29.03 PM

    PER & PBV BBCA 2015 – 2019

    Screen Shot 2020-05-13 at 6.29.21 PM

    PER & PBV BBCA 2008 – 2014

  2. setelah itu cari rasio rataan dari 5th dan 10th
    Bandingkan dengan PER dan PBV sekarang PER : 22.05 PBV: 3.62
  3. Cari harga PER & PBV 5th dan PER & PBV 10th
    Rumus : Harga PER : Rataan PER * Net Profit per lembar
    Harga PBV : Rataan PBV * Ekuitas per Lembar
  4. Cari harga Rataan dari total PER & PBV 5th dan PER & PBV 10th lalu kita mendapat target harga rataan yang bisa menjadi target bagi orang2 yang moderat dan kita yang sangat konservatif kita bisa mengambil angka paling kecil.
  5. setelah mendapat harga kita dapat mencari MoS. dengan rumus
    MoS : (1-diskon)*harga target
  6. dan Voila kita mendapat harga yang dapat kita tunggu.Screen Shot 2020-05-13 at 7.12.34 PMNilai MoS sendiri yang disarankan Benjamin Graham adalah 50% namun karena ini adalah emiten yang termasuk wonderful company kita bisa memberikan MoS 20-30% saja cukup. Jadi buat saya ketika harga BBCA benar ke 17k, saya akan berani memasukkan 70% dana saya di BBCA.

Sekian Penjelasan saya..

 

Happy Investing 😀

TEKNIK AVERAGING DOWN DENGAN GOLDEN RATIO

Halo Teman – teman, welcome to back to my blog, lets discuss about invest, tips, travelling, culinary and others 😀

“The Fibonacci Sequence turns out to be the key to understanding how nature designs… and is… a part of the same ubiquitous music of the spheres that builds harmony into atoms, molecules, crystals, shells, suns and galaxies and makes the Universe sing.” Guy Murchie, The Seven Mysteries of Life: An Exploration of Science and Philosophy

Hari ini kita akan membahas tentang bagaimana kita investasi saham dengan money management golden ratio. sebenarnya  apa itu golden ratio? golden ratio sendiri urutan angka fibonacci. dimana kekuatan fibonacci adalah di perbandingan 1:1,6. nah dari angka – angka fibonacci ini kita dapat membuat investing Plan. Caranya sebagai berikut:

  1. Tentukan total investasi yang akan ditanamkan dipasar sahan
  2. Diversifikasi  5-7 emiten terbaik yang sudah anda analisis dan sudah mendapat nilai MoS (Margin of Safety)
  3. Setelah itu kita akan mendapat nilai modal setiap Emiten
  4. Masukkan investasi pertama yang akan menjadi Biang harga sesuai angka fibonacci, contoh yang diberikan 2jt
  5. Buat kondisi terburuk walau kita sudah membeli dengan nilai MoS (nilai MoS dapat 30-50%)
  6. contoh dibawah dibuat 3x averaging down dengan nilai turun hingga 30%.

 

golden ratio

Dengan metode Golden Ratio, maka walaupun nilai emiten yang kita beli sudah turun 30% dari nilai MoS rata – rata modal cuma minus 9% dan masih tersisa modal 2,05jt.

jika penjelasan saya kurang detail silahkan tanya dikolom komentar.

 

 

happy Investing

APAKAH IHSG MULAI REBOUND?

Halo semua, selamat datang kembali diblog saya. hari ini saya membuat tulisan mengenai pendapat saya mengenai IHSG kedepannya.

Banyak yang beramsumsi bahwa IHSG yang telah mengalami koreksi hingga 35% dari titik tertinggi 2020 akan rebound karena melihat IHSG sudah tidak turun lagi, dan sudah mengalami sideways pada bulan april 2020. namun apakah benar IHSG akan rebound?Menurut saya pribadi IHSG masih dalam keadaan tidak pasti. namun kemungkinan untuk rebound tidak menutup kemungkinan. Mari kita melihat fakta dan sejarah yang ada.

Screen Shot 2020-05-09 at 10.02.12 PM.png

IHSG 2020

History repeat itself
Fakta : 
Jika kita Flashback ke krisis subprime mortgage 2008 di US dimana di Indonesia sendiri dimana negara yang tidak terlalu terdampak IHSG mengalami koreksi hingga 64% dari titik tertinggi dan Krisis Moneter 1997-1998 IHSG sempat terkoreksi dari titik tertinggi hingga 70%. Dan  saat ini IHSG sudah terkoreksi 22% dari titik tertinggi tahun ini atau bisa dikatakan rebound 17% dari titik terendah tahun 2020. dan lagi – lagi 2008 pun harga sempat rebound juga seperti gambar dibawah dan dilanjutkan koreksi yang lebih dalam.

Screen Shot 2020-05-09 at 5.16.50 PM.png

IHSG 2008 , source : investing.com

 

Screen Shot 2020-05-09 at 10.03.31 PM

IHSG 1997 – 1998

Market Action Discount Everything.
Fakta
 : Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan data pertumbuhan GDP Q1 2020 adalah 2.97% dimana jika dilihat datanya pertumbuhan Q1 2020 adalah yang terburuk sejak tahun 2001. Dan jika dilihat pada 2008 GDP Indonesia masih diangka 4%. menurut saya ini bukanlah berita yang menggembirakan. namun kita banyak berdoa dan usahakan setiap yang terbaik yang dapat kita lakukan untuk mendukung negara Indonesia dan negara lainnya dapat segera terbebas dari COVID-19.

 

GDP INDONESIA

Rate GDP Indonesia, Source : tradingeconomics.com

 

Dari data – data diatas dan ditambah lagi berita bahwa investor terbaik dunia Warren Buffet menimbun cash senilai dari US$  127 Miliar menjadi US$ 137 Miliar atau setara 2200 Triliun Rupiah. Dan tambahan dana itu didapat dari penjualan seluruh saham maskapai penerbangan miliknya. Dan ada pertanyaan ketika Berkshire Hathaway Annual Shareholders Meeting 2020, mengapa hinggi saat ini Berkshire Hathaway belum membeli saham perusahaan apapun? Dan Warren Buffet menjawab belum menemukan saham menarik untuk mulai dikoleksi.

Tapi yang perlu diingat adalah teman – teman membeli Saham Emiten bukan membeli IHSG. jika harga emiten yang di incar sudah masuk valuasi kategori murah, Jangan takut untuk mulai Koleksi. Namun tetap gunakan money management dan gunakan metode – metode Golden Cross atau Metode 4 3 3 yang sudah saya tulis sebelumnya ataupun menggunakan metode apapun yang teman – teman miliki.

“Never give up, today is hard, tomorrow will be worse but the day after tomorrow will be sunshine” – JakMa

Karena harga esok hari itu misteri, kita dapat memprediksi dari sejaraha & harga pada Chart namun harga esok tetap ditentukan oleh pasar. Harga esok hari bukan untuk ditakuti tapi wajib di antisipasi menggunakan metode – metode yang benar dan tetap konsisten dalam penggunaannya.

“I fear not the man who has practiced 10K kicks ONE, but I fear the man who has practiced ONE kicks 10K times”- Bruce lee

Happy Investing 😀